Analis Asing Prediksi Nilai Tukar Dollar AS Bisa Capai Rp 15.000

0
36
Ilustrasi

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Xavier Jean, analis Standard & Poor’s Global Ratings, mengatakan pada hari Selasa bahwa nilai tukar rupiah sebesar 15.000 dolar AS adalah “tingkat psikologis” di mana bahkan perusahaan yang tidak memiliki masalah arus kas akan mengambil keputusan untuk melakukan restrukturisasi proaktif dengan kreditor.

“Pada 13.800, jelas utang naik untuk perusahaan yang tidak dilindung nilai, tapi kita tidak melihat tingkat saat ini sebagai masalah utama karena pada tahun 2015 mereka telah melalui itu,” kata Jean kepada wartawan.

Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira Adhinegara terkait perkiraan dari analis S&P tersebut mengatakan perkiraan S&P biasanya moderat. Artinya, rupiah bisa jatuh lebih dalam dari Rp 15.000, mungkin ada di kisaran Rp 16.000 hingga Rp 16.500 per dollar pada 2018-2019.

Penurunan nilai tukar ini sering kali dihubungkan dengan tekanan global, yakni kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS alias Fed rate. Sementara di sisi yang lain ada tekanan dari harga komoditas paling penting di dunia yaitu batubara, CPO serta minyak mentah yang trennya naik.

“Bahkan, harga minyak mentah diprediksi menembus 80 dollar AS per barel di semester II mendatang, dari harga saat ini di kisaran 63-65 dollar AS per barel,” tambahnya.

Sebagai negara utama eksportir komoditas seperti batubara dan CPO, harga komoditas global berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Ilustrasi

Doddy Zulverdi, kepala departemen manajemen moneter BI mengatakan melemahnya rupiah memiliki dampak terbatas pada ekspor, namun cenderung memiliki dampak yang lebih besar pada penundaan impor.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo memprediksi secara year to date (Ytd) rupiah akan terjadi penyusutan sekitar 1,5 persen dan penguatan dollar tidak akan berjalan lama.(joe/Kompas.com/reuters)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here