Jakarta, MENTARI.ONLINE – Industri Financial Technology (fintech) diyakini makin berkembang pada tahun 2018. Fintech jasa pembayaran akan menjadi primadona dari dari semua jenis fintech.

Vice President of Brand and Buzz PT Digital Artha Media (DAM) Thoriq Husein menjelaskan jumlah fintech pembayaran masih paling banyak dengan prosentase 42,22 persen terhadap keseluruhan jumlah yang ada.

Sementara yang bergerak  di bidang pinjaman menapai 17,76 persen. “Sektor pembayaran dan pinjaman tetap menjadi favorit  di tahun depan,” kata Thoriq Husein dalam acara proyeksi Fintech 2018 di Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Berdasarkan data Statista 2017, transaksi yang terjadi pada fintech  pembayaran paling banyak dengan capaian sampai 20 miliar dolar AS. Sementara secara keseluruhan transaksi fintech di Indonesia mencapai 18,6 miliar dolar AS. Diperkirakan transaksi fintech di Indonesia naik  menjadi 23,8 miliar dolar AS pada tahun depan.

Ditambahkan Thoriq, ke depan, fintech diharapkan bisa menjadi katalisator menuju transformasi  berkurangnya penggunaan uang tunai yang beriringan dengan usaha pemerintah meningkatkan penggunaan uang non tunai.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengatakan optimismenya  bahwa fintech tidak akan mengganggu kinerja bank malah bisa memicu  perbankan memberikan layanan yang tepat.

“Perbankan telah siap bersaing dengan digitalisasi  layanan perbankan.Bank juga berkolaborasi dengan fintech,” terang Heru.

Data yang dimiliki OJK memperlihatkan sekarang ada 87 penyelenggara layanan pinjaman uang dengan basis teknologi informasi (fintech) dengan 27 penyelenggara diantaranya sudah memperoleh izin OJK. Dari 27 fintech tersebut hanya satu yang berdomisili di Surabaya, 26 lainnya berada di Jabodetabek.

Terkait status , ada 19 fintech pinjaman lending yang berasal dari lokal dan delapan fintech lainnya berasal dari lending asing. “Sedang 32 fintech lainnya masih dalam proses pendaftaran serta 28 fintech yang lain sudah berminat melakukan pendaftaran,” kata Heru.

Terkaitpenyaluran kredit via  fintech pinjaman selama  sembilan bulan pertama 2017 telah mencapai Rp 2,3 triliun. (joe/republika.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here