Jakarta, MENTARI.ONLINE  – Ada enam tren di industri fintech pada tahun depan. Demikian disampaikan Managing Director Digital Artha Media, Fanny Verona. Tren pertama adalah adanya kecenderungan perbankan melakukan kerjasama dengan fintech.

Menurut Fanny, kolaborasi dengan fintech diperlukan perbankan agar bisa menjangkau nasabah unbanked terutama nasabah yang telah menggunakan layanan fintech. Tren yang kedua adalah akan muncul pemanfaatan automated personalization.

Maksudnya, bank bakal mengambil manfaat dari keberadaan fintech untuk mempersonalisasi  penawaran yang bisa dilihat pengguna pada semua perangkat mereka.  Manfaat bagi pengelola fintech adalah mereka bisa lebih mudah menawarkan promo.

Tentunya, menurut Fanny, promo yang dilakukan disesuaikan dengan kebiasaan pengguna fintech yang dekat dengan kebutuhannya. Tren berikutnya, banyak pengelola fintech yang bakal menggunnnakan voice user interface (VUI).

Teknologi VUI memungkinkan pengguna  untuk mengendalikan fitur-fitur produk yang ada didalam perangkatcuma mempergunakan suara. Menurut Fanny, teknologi VUI sebenarnya sudah berkembang di Indonesia.

Manfaat teknologi VUI bisa digunakan melakukan transfer, memeriksa saldo, melakukan aktifitas keuangan lainnya hanya dengan suara. Tren ketiga adalah akan banyak investor yang menanamkan investasi  di perusahaan fintech.

Tren berikutnya adalah berkembangnya teknologi mobile. Sepanjang tahun ini, muncul aktfitas mobile transaction terutama terkait dengan consumer purchase. Hal ini membuat pengelolia fintech melakukan integrasi teknologi dengan aplikasi  dan memaksimalkan penawaran melalui platform seluler.

Tren keenam adalah keamanan dan privasi  yang akan menjadi faktor kepercayaan pengguna. Heru Kristiyana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakanpelayanan finansial yang dilakukan pengelola fintech tidak akan menyimpang dari regulasi yang telah ditetapkan OJK. (Joe/Republika.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here