587 Proyek Kementrian/Lembaga Dibiayai Sukuk Negara

0
28

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Kementrian Keuangan merilis daftar proyek yang akan dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada 2018. Pemerintah  akan membiayai 587 proyek dengan nilai Rp 22,53 triliun  menggunakan penerbitan sukuk.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPRR) Kementrian Keuangan Suminto mengatakan jumlah proyek yang didanai menggunakan sukuk  tahun 2018 meningkat dibanding tahun 2017. Tahun 2017 ini, nilai proyek yang dibiayai  melalui sukuk sebesar Rp 16, triliun untuk 590 proyek dengan realisasi proyek mencapai 90,4% dari 590 proyek .

“Realisasi dari rencana proyek tahun ini tidak terlalu buruk. Kita harapkan tahun depan  dapat lebih besar lagi,” kata Suminto.

Jika tahun ini hanya tiga kementrian dan lembaga yang mendapat pembiayaan dari sukuk untuk proyek yang mereka jalankan, namun tahun 2018 nanti, bertambah jadi 7 k/l yang memperoleh biaya sukuk untuk menjalankan proyek-proyek mereka.

Ke-7 kementrian/lembaga itu adalah Kementrian Perhubungan, Kementrian Agama, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi ,Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia serta Badan Standardisasi Nasional.

Beberapa proyek pembangunan yang akan dibangun adalah 15 proyek  infrastruktur perkeretapian pada Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dengan nilai Rp 7 triliun, 101 proyek infrastruktur jalan dan jembatan pada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementrian PUPR dengan nilai pembiayaan Rp 7,5 triliun.

Juga 144 proyek infrastruktur pengendalian banjir dan lahar, pengelolaan bendungan dan embung sert pengelolaan drainase utama  perkotaan pada Ditjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR dengan pembiayaan bernilai Rp 5,28 triliun.

Proyek lain yang dibiayai dengan sukuk negara  tahun depan adalah delapan proyek embarkasi  haji di Ditjen Pengelolaan Haji dan Umrah Kementrian Agama dengan nilai Rp 350 miliar. Penerbitan sukuk juga akan digunakan membiayai 34 proyek sarana dan fasilitasi gedung Perguruan Tinggi Keagamaan Islam  Negeri serta 32 madrasah  di Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag dengan nilai Rp 1,5 triliun.

Juga untuk membiayai 245 proyek pembangunan dan rehabilitasi  gedung balai nikah  dan manasih haji di Ditjen Bimbingan  Masyarakat Islam Kemenag  sebesar Rp 355 miliar. Serta tiga proyek  pembangunan taman nasional di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan nilai Rp 51 miliar.

Lalu juga dua proyek pengembangan gedung perguruan tinggi di Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi dengan nilai Rp 315 miliar, satu proyek pengembangan laboratoriun  di badan Standardisasi Nasional  dengan nilai Rp 50 miliar serta dua proyek pengembangan laboratorium di LIPI dengan nilai Rp 120 miliar. (joe/Republika.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here