Analis Bisnis Ritel: Pusat Belanja Sepi Karena Penghasilan Masyarakat Tidak Naik

0
34
Ilustrasi. (okezone.com)

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Situasi bisnis ritel Australia yang mengalami tekanan sebenarnnya merupakan fenomena global yang lazim terjadi beberapa tahun terakhir. Perlambatan ekonomi dunia dapat menjadi faktor penyebab kondisi itu.

Demikian pula dengan bisnis ritel di Indonesia, sejumlah pusat belanja ritel dan perusahaan ritel mengalami penurunan kinerja usaha dalam beberapa tahun terakhir.

Penutupan dua gerai Matahari Departemen Store di Jakarta belum lama ini menjadi contoh konkretnya. Situasi yang ada ini memicu opini bahwa pusat perbelanjaan harus pintar-pintar melakukan kreasi menghidupkan kembali bisnis ritel.

Pilihannya hanya dua mati atau berevolusi, kata Steve Sudjianto, Associate Director Retail Service Colliers International Indonesia.

Menurut Steve, jika pengelola pusat belanja tidak berinovasi atau tidak kreatif, itu peringatan mereka akan tergerus lalu mati. “Atau berevolusi mengikuti perkembangan zaman,” ujar Steve Sudijanto, Selasa (3/10/2017).

Steve memberi contoh, banyak pengelola pusat belanja yang tidak menghiraukan tren yang sedang berjalan saat ini. Hasilnya, banyak pusat belanja yang mereka kelola  ditinggal penyewa serta pengunjung sehingga sepi.

Realitas ini menurut Steve muncul pada pusat-pusat belanja kelas menengah dan menengah bawah yang memiliki konsep berusaha yang tidak jelas atau masih mencari jati diri.

Tren yang tidak dihiraukan itu dalam pandangan Steve misalnya masyarakat datang ke mal yang tidak hanya berbelanja namun juga menggelar pertemuan (melting point), relaksasi, pemenuhan kebutuhan gaya hidup serta tempat jalan-jalan.

Ilustrasi. (okezone.com)

Situasi ini berbeda dengan pusat belanja primadona, walau harus masuk kelas menengah, namun bila pengelolanya menawarkan sesuatu yang baru yang tengah digandrungi, akan sering dikunjungi orang.

Ditambahkan Steve, salah satu penyebab sepinya pusat belanja adalah penghasilan masyarakat yang tidak naik sehingga menjalankan hidup irit. Tapi kalau punya uang, daya beli pasti ada “Apalagi jika penghasilannya naik,” ujar Steve. (Joe/KompasProperti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here