Pemerintah Klaim Mulai Juli Sektor Ritel Kembali Tumbuh

0
20
Ritel Alfamart
Ilustrasi. (blog.alfamartku.com)

Jakarta, MENTARI.ONLINE– Kalangan dunia usaha, khususnya di sektor ritel mengeluhkan penjualan yang kian lesu. Banyak pelaku usaha berasumsi bahwa daya beli masyarakat terus menurun, meskipun hingga kuartal I-2017, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01%.

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, r situasi sektor ritel tak bisa jadi rujukan kondisi daya beli masyarakat secara umum. Ekonomi Indonesia saat ini sudah mengalami perbaikan. Perlahan ekonomi terus menanjak, sesuai dengan data-data yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap periodenya.

Darmin mengakui ada perlambatan pertumbuhan di sektor ritel. Namun tetap ada kenaikan, namun tidak sebesar 5-6 tahun yang lalu. Asumsi dunia usaha kata Darmin berdasarkan data pada akhir Juni 2017, saat Lebaran.

“Banyak yang mengatakan pertumbuhannya oke diatas 5% tapi daya beli rendah, indikatornya apa?,” kata Darmin, dilansir dari detikcom, Minggu (23/7/2017).

Asumsi lain menyebutkan ada peralihan ke belanja online. Darmin menyadari adanya peningkatan belanja dengan metode baru tersebut, akan tetapi hingga sekarang belum ada data transaksi dengan lengkap.

Ritel Alfamart
Ilustrasi. (blog.alfamartku.com)

“Saya tetap tidak bermaksud mengatakan pertumbuhan bisnis ritel yang menurun itu salah. Itu betul, tapi tidak sejauh itu,” jelas Darmin.

Darmin optimis, sektor ritel akan kembali tumbuh tinggi pada Juli 2017, di mana datanya akan keluar pada awal Agustus mendatang. “Apakah belanja turun atau pertumbuhannya turun apa enggak? Jangan buru-buru menyimpulkan, tunggu datanya selesai,” tukasnya.

Tidak hanya itu, ekspor juga dimungkinkan kembali normal. Baik ekspor hasil industri maupun pertanian. Saat menjelang maupun setelah Lebaran, aktivitas perdagangan memang jauh berkurang. (meu/pjk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here